You are here:   Beranda
Register  |  Login
 Kegiatan
Minimize
     
JuneJuly 2010August
SunMonTueWedThuFriSat
123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

 Situs Terkait
Minimize
 Gambar
Minimize
Kantor Pusat PTPN-IV
 Berita & Siaran Pers
Minimize
Jan 28

Diposting oleh: cs
28/01/2010 8:47 

MEDAN: Menteri Perindustrian M. S. Hidayat akan meminta kepada Menteri Keuangan sejumlah insentif untuk mendorong industri turunan minyak sawit.
Dia mengatakan akan meminta sejumlah kemudahan kepada Menkeu dalam rangka mendorong industri hilir kelapa sawit supaya lebih menarik bagi investor.

"Nanti akan dirumuskan bersama-sama insentif apa yang bisa mempercepat masuknya investor ke industri hilir sawit yang akan dijadikan andalan nasional," ujarnya di sela-sela pencanangan klaster industri berbasis pertanian dan oleochemical di Medan kemarin.
Menurut dia, menteri keuangan saat ini tidak mudah untuk memberikan insentif karena terkait dengan berbagai aspek penerimaan pemerintah untuk mengamankan pemasukan.

Oleh karena itu, lanjut dia, para pemangku kepentingan kelapa sawit nasional dan industri hilirnya agar sama-sama merumuskan insentif jenis apa yang akan dimintakan kepada Menkeu.

Mengenai pencanangan klaster industri berbasis pertanian dan oleochemical, Menteri Perindustrian menegaskan merupakan salah satu program 100 hari Kementerian Perindustrian. "Klaster industri minyak dan gas sudah dicanangkan. Saat ini di Medan mencanangkan klaster industri berbasis pertanian dan oleokimia."

Dia menjamin nantinya kawasan Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumut yang dicanangkan menjadi klaster industri berbasis pertanian dan oleochemical, ada perlakuan-perlakuan khusus kepada investor yang masuk dalam kawasan tersebut.

Sumatra Utara, kata dia, di mata investor sangat prospektif untuk industri hilir pertanian dan hilir kelapa sawit. Oleh karena itu, paparnya, agar investor mau masuk, perlu mendapatkan kemudahan perizinan, prasarana dan sarana yang memadai, serta insentif yang dapat merangsang asing masuk ke kawasan itu.

"Arahnya klaster industri itu [berbasis pertanian dan oleochemical] akan menjadi satu kawasan ekononomi khusus yang memberikan kemudahan kepada investor dan manfaat untuk pembangunan daerah dan nasional."

Sementara itu, Pengurus Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Derom Bangun menilai pemerintah perlu memberikan insentif untuk menarik minat investor asing dan domestik untuk masuk ke industri hilir kelapa sawit.

"Kalau tidak ada insentif investor akan lebih suka masuk ke perkebunan karena memberikan keuntungan besar. Sedangkan industri hilir memberikan keuntungan kecil dengan modal yang lebih besar," tuturnya.

'Supermarket' CPO

Pencanangan klaster industri berbasis pertanian dan oleochemical di Sei Mangke, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumut akan menyebabkan daerah itu seperti supermarket CPO. "Semua yang dibutuhkan terkait pemanfaatan CPO akan ada di Simalungun," kata Wakil Menteri Pertanian (Mentan) Bayu Krisnamurthi.

Dia menjelaskan melalui klaster industri berbasis pertanian dan oleochemical kelapa sawit di Sei Mangke itu diyakini produksi CPO nasional akan meningkat. Diperkirakan Indonesia akan menghasilkan minyak sawit mentah 21 juta ton pada 2010.

Adapun pada 2020, jumlah produksi minyak sawit mentah nasional akan ditingkatkan dan diperkirakan mencapai 40 juta ton.

Dari jumlah itu, 40% atau sekitar 16-17 juta ton akan dimanfaatkan menjadi oleochemical atau industri turunan.

(Bisnis Indonesia, 28 Januari 2010)

Tags:

Nama Anda:
E-mail Anda:
(Optional) Email digunakan untuk Gravatar.
Komentar:
Security Code
Masukkan kode seperti ditunjukkan pada kotak diatas
Tambah Komentar   Cancel 
  
Maximize
  
Minimize

 What's New?
Minimize
 Jajak
Minimize
Bagaimana tampilan Website PTPN4 ?



Pilih  Lihat Hasil
 Online
Minimize
People Online Pengunjung Online:
Visitors Pengunjung: 3
Members Anggota: 0
Total Total: 3