You are here:   Beranda
Register  |  Login
 Kegiatan
Minimize
     
JuneJuly 2010August
SunMonTueWedThuFriSat
123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

 Situs Terkait
Minimize
 Gambar
Minimize
Kantor Pusat PTPN-IV
 Berita & Siaran Pers
Minimize
Jan 28

Diposting oleh: cs
28/01/2010 8:55 

JAKARTA: Minyak sawit mentah bangkit dari level terendah dalam 2 bulan terakhir di tengah kekhawatiran fenomena El Nino akan mengganggu pasokan dan tingginya harga minyak menggerus permintaan biofuel.
Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pengiriman April di Malaysia Derivatives Exchange naik tipis 0,9% menjadi RM2.429 atau setara dengan US$709 per ton setelah ditutup di level terendah setidaknya sejak 19 November pada perdagangan sehari sebelumnya.

"Kami perkirakan El Nino akan menurunkan produktivitas pohon sawit. Harga minyak yang tinggi juga memperbaiki kelangsungan biodiesel dari bahan baku CPO," kata Nirgunan Tiruchelvam, analis Royal Bank of Scotlandia Asia Securities Pte seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Dia memprediksi harga minyak sawit mentah mencapai rata-rata US$850 pada tahun ini lebih tinggi dari prediksi awal. RBS juga menaikkan proyeksi harga CPO pada 2011 dan 2012 menjadi US$950 per ton.

Meski demikian, prediksi penguatan harga minyak sawit itu didasarkan kepada asumsi nilai kontrak minyak mentah bertahan di kisaran US$75 per barel pada tahun ini, US$80 pada 2011, dan di atas US$90 per barel pada 2012 sebagai dampak pemulihan ekonomi.

Sementara itu, Kepala Riset PT Recapital Securities Poltak Hotradero memperkirakan harga CPO cenderung datar atau turun akibat penumpukan cadangan komoditas itu di Malaysia.

Pelemahan harga minyak juga menggerus daya tarik CPO sebagai bahan baku biofuel. Selain minyak sawit, beberapa bahan pangan juga bisa diolah menjadi biofuel seperti minyak kedelai dan tebu.

Harga minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi di dunia itu rata-rata mencapai US$681 per ton pada tahun lalu di Rotterdam dan ditutup di level US$760 pada perdagangan Selasa.

Belum lama ini, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) masih optimistis harga minyak sawit dan turunannya selama kuartal I/2010 cukup menjanjikan dan bergerak di kisaran RM2.500-RM2.700 per ton.

Kepala Bidang Pemasaran Gapki Susanto mengatakan minyak sawit selama kuartal pertama tahun ini berpeluang mencatatkan penguatan harga, meski terus berfluktuasi dalam kisaran RM30-RM50 per hari.

Produksi naik

Biro Meteorologi Australia menyebutkan temperatur di Samudra Pasifik berada di atas tekanan El Nino dan beberapa kawasan lebih tinggi dari level puncak El Nino pada 2006. Fenomena El Nino menyebabkan cuaca kering di Asia Tenggara dan mengganggu produktivitas tanaman.

Meski demikian, sejumlah pemain di industri CPO di Tanah Air optimistis produksi minyak sawit dari Tanah Air bisa naik 18 juta ton pada tahun ini atau 2,5 juta ton lebih banyak dari realisasi tahun lalu yang masih 15,5 juta ton.

Sementara itu, minyak mentah di New York rata-rata ditransaksikan di kisaran US$62,1 pada tahun lalu dan diperdagangkan di kisaran US$74,66 kemarin. Harga CPO turun ke level terendah sejak 20 November menyusul kekhawatiran kebijakan China melambatkan penyaluran kredit perbankan akan mengganggu proses pemulihan ekonomi global.

(Bisnis Indonesia, 28 Januari 2010)

Tags:

Nama Anda:
E-mail Anda:
(Optional) Email digunakan untuk Gravatar.
Komentar:
Security Code
Masukkan kode seperti ditunjukkan pada kotak diatas
Tambah Komentar   Cancel 
  
Maximize
  
Minimize

 What's New?
Minimize
 Jajak
Minimize
Bagaimana tampilan Website PTPN4 ?



Pilih  Lihat Hasil
 Online
Minimize
People Online Pengunjung Online:
Visitors Pengunjung: 2
Members Anggota: 0
Total Total: 2