AIR BATU

AirBatu

Sejarah Singkat

Pada mulanya Kebun Air Batu adalah adalah milik Swasta Asing NV.RCMA (Rubber Cultuur Maatschapy Amsterdam) Perkebunan Hengelo yang berdiri sejak tahun 1928 dan PKS beroprasi tahun 1938. Tahun 1958 diadakan Nasionalisasi terhadap Perusahaan Asing dan berakhir menjadi PPN Baru, kemudian tahun 1961 berubah menjadi PPN Aneka Tanaman (Antan V), tahun 1968 berubah menjadi PNP-VI dan tahun 1975 dirubah menjadi PTP-VI dan terakhir sejak tanggal 11 Maret 1996 berdasarkan PP No.9 tahun 1996 terjadi penggabungan antara PTP-VI, PTP-VII dan PTP-VIII menjadi PTPN-IV (Persero) yang sekarang berkantor Pusat di Jalan Suprapto No. 2 Medan, dan salah satu Unit Usahanya adalah PTPN-IV kebun Air Batu.

Letak Geografis

Letak Kebun Air Batu berada di dua wilayah Kecamatan, yaitu Kecamatan Air Batu dan Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan. Propinsi Sumatera Utara, berjarak ± 186 Km dari Kota Medan dan 26 Km dari Kota Kisaran.

Tofografi Tanah; Datar, bergelombang dan berbukit. Jenis tanah Alluvial Coklat Kelabu dan Podsolik Coklat Kekuningan. Dataran rendah dengan ketinggian 7 – 25 M dpl dan sebagian lagi 25 – 100 M dpl.

Pengendalian Limbah PKS melalui IPAL

Agar tidak mencemari lingkungan , terhadap limbah cair dari PKS dilakukan Pengendalian Limbah secara Micro Biologis dengan sistem Aerobic untuk standar dalam nilai ambang batas. Di dalam mengatasi hal tersebut Kebun Air Batu membangun IPAL (Instalasi Pengendalian Air Limbah) dengan memiliki 7 kolam limbah yang terdiri dari :

1. Seading Pond

2. An Aerobic Pond – I (Acidification)

3. An Aerobic Pond – II (Acidification)

4. An Aerobic Pond (Degradation)

5. An Aerobic Pond (Naturation)

6. Aerobic Pond

7. Sedimentation Pond

dengan luas Areal seluruhnya : 8 Ha.

 

Pengendalian Limbah PKS melalui LAND APPLICATION

PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Usaha Kebun Air Batu juga telah menerapkan Land Application dengan mendistribusikan hasil limbah cair PKS ke areal-areal tanaman kebun kelapa sawit. Untuk saat ini Land Application sedang melayani ± 60 Ha areal perkebunan kelapa sawit dengan menggunakan sistem pengaliran melalui pipa yang dipompa dari kolam IPAL.

Adapun pipa yang digunakan adalah :

1. Pipa Primer 6” = 1.150 M

2. Pipa Scunder 4” = 1.850 M

3. Sumur Pantau 2 buah.

Fungsi dari sumur pantau tersebut adalah sebagai alat parameter terhadap dampak yang ditimbulkan dari limbah tsb. sampai saat ini hasil pengujian limbah akhir PKS kebun Air Batu masih dibawah ambang batas yang telah ditentukan oleh pemerintah.

ISO 9001: 2008 & ISO 14001:2004

Untuk mendukung pekembangan Jaman dan pesatnya permintaan pangsa pasar dunia Unit Usaha Kebun Air Batu sejak tahun 2007 juga telah menerapkan suatu sistem yaitu Sistem Manjemen Mutu (ISO 9001:2008) baik itu dibidang Pabrik Pengolahan Kelapa sawit (PKS) maupun dibidang Perkebunan Tanaman Kelapa Sawit dan Sistem manajemen Lingkungan (ISO 14001:2004). Dan pada bulan Oktober 2010 diadakan penggabungan antara ISO 9001:2008 dan ISO 14001:2004 atau lebih dikenal dengan INTEGRASI Sistem secara Mandiri.

Untuk Sistem tersebut Unit Usaha Kebun Air Batu juga telah menjalani Audit Sertifikasi dan Surveilance setiap tahun sejak tahun 2007 oleh Badan Sertifikasi “TUV NORD” Indonesia, dengan merekomondasikan bahwa Unit Usaha Kebun Air Batu berhak dan layak untuk mendapat “SERTIFIKAT” ISO 9001: 2008 & ISO 14001:2004.

RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil)

untuk mengantisipasi adanya isu global mengenai kebun kelapa sawit Unit Usaha Kebun Air Batu juga telah menerapkan RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) yang memiliki pengertian bahwa :

Pengelola perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit secara berkelanjutan dengan memperhatikan faktor lingkungan sosial dan ekonomi secara terpadu”.

sehingga dapat juga disimpulkan bahwa RSPO juga akan membawa perekebunan kelapa sawit menjadi Perkebunan kelapa sawit yang “LESTARI”.

PTP Nusantara IV (Persero) PKS Unit Kebun Air Batu yang bergerak dibidang perkebunan khususnya pengelolaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berlandaskan pada tanggung jawab mutu dan lingkungan serta beroreantasi pada kepuasan pelanggan, maka manajemen menetapkan komitmen dan kebijakan sebagai berikut:

1. Mematuhi peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya terkait dengan mutu dan lingkungan.

2. Senantiasa berusaha meningkatkan kinerja melalui peningkatan kuantitas dan kualitas produksi.

3. Senantiasa berusaha memenuhi atau melampaui harapan pelanggan, pemegang saham, karyawan dan pihak terkait lainnya.

4. Mencegah terjadinya pencemaran air, tanah, udara berupaya untuk mengelola, meminimalkan dan pemanfaatan limbah padat, cair baik berbahaya maupun tidak berbahaya dan mengendalikan emisi gas buang.

5. Mengefektifkan dan mengefisiensikan pemakaian sumber daya dan senantiasi meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan dengan perbaikan secara berkelanjutan.

6. Membangun dan menjalankan sistem manajemen tanaman yang tepat untuk menjamin perbaikan/peningkatan terus menerus dan berkelanjutan.

7. Mengoptimalkan pengoperasian pabrik dengan pemeliharaan peralatan yang terencana dan terprogram.

8. Memperhatikan estetika lingkungan dalam pengoperasian dan pengembangan pabrik serta mendukung kelestarian lingkungan.

9. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

10. Senantiasa berusaha memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

11. Menjalin hubungan yang harmonis dengan pekerja dan masyarakat sekitar.