BAH BUTONG

Picture2

SEJARAH SINGKAT PT PERKEBUNAN IV KEBUN BAH BUTONG

Perkebunan Bah Butong dibuka dibuka pada tahun 1917 oleh Nederland Hand Maskapai (NV.NHM). Pabrik pertama didirikan pada tahun 1927 dan mulai beroperasi sejak tahun 1931.

Secara kelembagaan, tahun 1957 Pemerintah Indonesia melakukan pengambil alihan perusahaan yang dikelola bangsa asing, termasuk perusahaan NHM, melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 229/UM/57, tanggal 10 Agustus 1957 yang diperkuat dengan Undang-Undang Nasionalisasi Nomor. 86/1958.

Tahun 1961, PPN Baru dan Pusat Perkebunan Negara dilebur menjadi Badan Pimpinan Umum PPN Daerah Sumatera Utara I-IX melalui U.U. Nomor, 141 Tahun 1961 Sumut III dan Jo PP Nomor 141 Tahun 1961.

Tahun 1963 Perkebunan Teh Sumatera Utara dialihkan menjadi Perusahaan Aneka Tanaman IV (ANTAN-IV) melalui PP Nomor. 27 Tahun 1963.

Tahun 1968 terjadi perubahan menjadi Perusahaan Negara Perkebunanan VIII (PNP VIII) melalui PP Nomor 141 Tahun 1968 Tanggal 13 April 1968.

Perubahan berikutnya mulai tahun 1974 menjadi Persero yaitu PT Perkebunan VIII (PTP VIII) melalui Akta Notaris GHS Lumban Tobing SH Nomor. 65 Tanggal ; 31 April 1974 yang diperkuat SK Menteri Pertanian Nomor. YA/5/5/23, Tanggal : 07 Januari 1975.

Semenjak tanggal 11 Maret 1996 terjadi restrukturisasi kembali, dimana Perkebunan Bah Butong masuk dalam lingkup PTP Nusantara IV melalui Akte Pendirian PTPN IV Nomor. 37 Tanggal 11 Maret 1996 yang mengatur pelebaran PTP VI, VII, dan VIII menjadi PT Perkebunan Nusantara IV (PERSERO).

Sejak tahun 1998 s/d 2000 dibangun pabrik baru yang lebih besar dan modern, diresmikan Tanggal 20 Januari 2001.

Lokasi Kebun Bah Butong berada di Kecamatan Sidamanik, 26 km dari Kota Pematang Siantar dan 155 km dari Kantor Pusat yang berada di Kota Medan.

Luas Areal HGU = 2.684.84 Ha dengan luas TM = 428,20 Ha dengan ketinggian = 890 mdpl. Jenis klon Tanaman teh terdiri dari Tanaman Klonal (Gambung Group).

Komposisi areal :

Luas areal TM                       :     428.20 Ha

Luas areal TBM-I                  :       66.06 Ha

Luas areal TBM-I K.Sawit    :       11.00 Ha

Luas areal TBM-II                 :      121.94 Ha

Luas areal TB-0                     :      125.04 Ha

Luas areal di berahkan          :      897.65 Ha

Rencana TU 2012                 :      143.70 Ha

Luas areal lain-lain               :      891.25 Ha

Uraian 2007 2008 2009 2010 2011 2012
Karyawan Pimpinan

9

9

8

8

8

11

Karyawan Pelaksana

1.147

1.114

1.066

1.032

978

926

Jumlah

1.156

1.123

1.074

1.040

986

937

PENGOLAHAN TEH HITAM

Sistem pengolahan the hitam ada 2 macam yaitu : sistem ORTODOX dan system CTC. Perkebunan Bah Butong menholah the hitam dengan system kombinasi ORTODOX – Rotor Vane dengan kapasitas olah : 1.530 kg the kering per jam dan kapasitas tamping Daun Teh Basah ± 100 Ton. Tahapan pengolahan the hitam sbb :

I.Stasiun Penerimaan Daun The Basah

Pelayanan DTB dari afdeling dilakukan 3 9tiga) kali sehari. DTB diangkut ke ruang Pelayuan dan dimsukkan ke WT (withering Trough) dengan alat angkut MONORAIL, selanjutnya DTB dibeber/dikirap untuk dilayukan.

II.Stasiun Pelayuan

Pelayuan DTB bertujuan untuk menurunkan kandungan air, sehingga DTB menjadi layu fisik serta member kesempatan terjadinya perubahan senyawa-senyawa kimia. Untuk membantu proses pelayuan dialirkan udara panas dari Heat Exchanger dengan suhu 26-300C. Lama pelayuan antara 18 s/d 20 jam.

III. Stasiun Penggulungan

Penggulungan bertujuan untuk memeras/memulas cairan getah daun dan untuk membentuk pecahan daun menjadi menggulung. Skema penggulungan yang dipakai OTR-PCR-RV-RV. Pada proses ini dihasilkan Bubuk-I, II, III, IV dan Badag. Selama proses penggulungan, suhu dan kelembaban ruangan harus tetap terjaga antara 22-240C dan RH>95%. Untuk mengendalikan suhu dan RH digunakan alat pengabut air (Humidifier)

IV.Stasiun Fermentasi (Oksidasi Enzimatis)

Fermentasi / Oksidasi Enzimatis bertujuan untuk memberikan kesempatan terjadinya reaksi Oksidasi Enzymatis dalam bubuk the dan mengendalikannya sehingga terbentuk kualitas the hitam yang baik.

Negara tujuan Eksport Teh:

1. Negara-negara Timur Tengah : – Mesir, Irak, Iran, Syria.

2. Negara-negara Eropa               : – Jerman, Irlandia, Italia, Belanda, Prancis, Spayol, Inggris.

3. Negara-negara lain                  : – Amerika, Australia, New Zealand, Fiji, Taiwan, Singapura,

Malaysia, China, Pakistan.