BALIMBINGAN

Unit Usaha Balimbingan dibuka sekitar tahun 1918 oleh perusahaan Belanda Handels Verininging Amsterdam (HVA). Daerah konsesi perkebunan diperoleh dari Raja Tanah Jawa pada tahun 1919 dan pertama kali dilakukan penanaman teh. Sejak dibuka sampai saat ini telah terjadi beberapa kali perubahan status perusahaan yang mengelola kebun Balimbingan yaitu :

Tahun 1957 s.d September 1963

Kep. Menteri No.229 VM/57 tanggal 10 Agustus 1957dan UU No.86 tahun 1958, Perusahaan HVA di-nasionalisasikan dan diambil alih oleh negara dengan nama Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) Sumut III.

Oktober 1963 s.d April 1968

PPN Sumut III berubah dan kebun Balimbingan masuk ke dalam lingkungan PPN Antan IV (Aneka Tanaman IV)

Mei 1968 s.d April 1972

PPN Antan berubah lagi menjadi Perusahaan Negara Perkebunan VII (PNP VII) ketika pemerintah mengeluarkan UU No.14 tahun 1968 Lembaran Negara Republik Indonesia No.23 tahun 1968

Agustus1972 s.d 10 Maret 1996

Berdasarkan keputusan pemerintah No.5 tahun 1972 PNP VIII ditetapkan menjadi perusahaan persero dengan nama Perusahaan Terbatas Perkebunan VIII (PTP VIII)

11 Maret 1996 s.d seharang

Sesuai peraturan pemerintah No.9/1996/PTP VIII dilebur dengan PTP VI dan PTP VII menjadi PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)