DOLOK ILIR

Kebun Dolok Ilir dibuka oleh Maskapai bangsa Belanda yang diberi nama Naamloze Vennootschap Hendles Vereniging Amsterdam (NV. HVA) pada tahun 1915 dengan ditanami komodity Serat Nenas (Agape Sisalana) & Serat Pisang (Manila Henep). Semasa Pengembalian Irian Barat ke Indonesia tahun 1958 Kebun Dolok Ilir di Nasionalisasikan oleh pemerintah Indonesia dan mulai dikelola oleh bangsa Indonesia.

Adapun Periodeisasi pengelolaannya adalah :
– Tahun 1915 s/d 1957 HVA
– Tahun 1958 s/d 1961 PPN – BARU
– Tahun 1961 s/d 1964 PPN – SUMUT III
– Tahun 1964 s/d 1965 ANTAN III
– Tahun 1965 s/d 1968 PPN – SERAT
– Tahun 1968 s/d 1985 PNP – VII Kepres No. 144/1968
– Tahun 1985 s/d 1994 PTP SUMUT III
– Tahun 1994 s/d 1996 PTP – VII PP. No. 29/1971
– Tahun 1996 s/d sekarang PTP. Nusantara IV (Persero) PP. No. 9/1996 Terhitung mulai tanggal 11 Maret 1996

Sejak tahun 1958 tanaman serat dialihkan menjadi tanaman Kelapa sawit. Konversi ini dilakukan secara bertahap dan selesai tahun 1974. Secara Geografis Kebun Dolok Ilir berada :
– Sebelah TIMUR Kebun Laras dan Kebun Bandar Betsy
– Sebelah BARAT Dolok Merawan
– Sebelah SELATAN Sinaksak – Pematang Siantar
– Sebelah UTARA Kebun Sibulan, Pabatu & laut Tador
Kebun Dolok Ilir berada di Kabupaten Simalungun Kecamatan Dolok Batu Nanggar & Kebupaten Serdang Bedagai Kecamatan Dolok Merawan. Sesuai Izin HGU luas Konsesi Unit Kebun Dolok Ilir 7.348,80 Ha.