DOLOK SINUMBAH

Dosin_1Unit Usaha Dolok Sinumbah adalah salah satu Unit Usaha PT.Perkebunan Nusantara IV (Persero) yang didirikan pada zaman penjajahan Belanda tahun 1928 yang bernama “ NV.Handle Veronigging Amsterdam ( NV.HVA ) “  yang bergerak dibidang usaha Budi Daya Tanaman Kelapa sawit. Sehubungan Peraturan Pemerintah RI No.13 tahun 1959 tgl. 2 Mei 1959, semua perusahaan yang tadinya dikelola oleh Pemerintah Belanda diambil alih oleh Negara termasuk kebun Dolok Sinumbah yang diberi nama Perusahaan Perkebunan Negara Baru (PPN Baru) eks HVA.

Pada tahun 1960 bulan Agustus terjadi reorganisasi dalam lingkungan PPN baru eks HVA dan Kebun Dolok Sinumbah masuk kedalam Perusahaan Perkebunan Persatuan Sumut III dalam jenis komoditi yang sama yaitu Kelapa Sawit. Tahun 1973 terjadi lagi reorganisasi didalam lingkungan Perusahaan Persatuan Sumut III dan Kebun Dolok Sinumbah masuk kedalam Perusahaan Negara Perkebunan VII ( PNP VII ) dimana Kebun Dolok Sinumbah diperluas menjadi 2 rayon yaitu  :

Rayon 1      :   Afdeling I – VIII Kebun Dolok Sinumbah

Rayon 2      :   Afdeling IX – X  eks Kebun Tonduhan

Tahun 1981 Kebun Dolok Sinumbah dipecah menjadi 3 bagian yaitu :

Afdeling I – V menjadi Kebun Dolok Sinumbah

Afdeling VI – VIII menjadi Kebun Bah Jambi

Afdeling IX – X kembali menjadi Kebun Tonduhan

Pada tahun 1985 PNP-VII berubah menjadi PTP-VII (Persero) dan tahun 1996 berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 9 Tahun 1996, tanggal 14 Pebruari 1996, PTP-VII (Persero) berubah menjadi PT.Perkebunan Nusantara IV (Persero) dengan Akte Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) PTPN-IV No.37 tanggal 11 Maret 1996.

Dosin_2

 

LETAK GEOGRAFIS

Unit Usaha Dolok Sinumbah terletak di 2 (Dua) desa yaitu :

Ø Desa Dolok Sinumbah yang terdiri dari Afd. I – III

Ø Desa Maligas bayu yang terdiri dari Afd. IV – V

Kedua desa tersebut masuk kedalam wilayah kecamatan Hutabayu raja Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatra Utara, yang berjarak 147 KM dari Kantor Pusat Medan dan dari kota pematang Siantar 35 Km. Topografi tanah umumnya datar, sedikit bergelombang dan berbukit, jenis tanah Podsolik Coklat kuning (PCK) dan Podsolik Coklat (PC)

Ketinggian rata-rata dari permukaan laut adalah 70 – 150 meter.

LUAS AREAL

Saat ini PTPN-IV Unit Usaha Dolok Sinumbah dengan komoditi Kelapa sawit yang terbagi menjadi 5 Afdeling, memiliki HGU seluas 4.211,89 Ha

Pabrik Kelapa Sawit ( PKS )Dosin_3

 

Pabrik kelapa sawit (PKS) Unit Usaha Dolok Sinumbah yang beroperasi sejak tahun 1928 dan pada tahun 1998/1999 dilaksanakan rehabilitasi pabrik dengan tujuan agar dapat beroperasi sesuai standard. Kapasitas olah PKS Unit Dolok Sinumbah saat ini 30 ton/jam dengan bahan baku pabrik yaitu TBS yang dijadikan Minyak sawit (CPO) dan Inti Sawit (Kernel).TBS yang diolah berasal dari Kebun sendiri dan Kebun seinduk yaitu Kebun Balimbingan dan Marjanji serta TBS dari Pihak III. Dalam rangka kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan hidup sesuai dengan undang-undang RI No. 4 Tahun 1982 tentang ketentuan Pokok Pengolahan Lingkungan Hidup, PKS Unit Dolok Sinumbah juga dilengkapi dengan 7 Unit Kolam limbah yang dibangun pada tahun 1994, debit limbah rata-rata/hari : 358 m3/hari atau jumlah cairan yang masuk : 0.60 m3/ton TBS diolah, dengan luas areal kolam limbah 5 Ha, dengan system pengolahan anaerob dan aerob.

Data Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
PKS Unit Dolok Sinumbah
         
    Ukuran Volume Waktu
No. Nama Kolam (PxLxD) Efektif Tinggal
    M3 M3 (Hari)
1 Deoling Pond 39 x 20 x 4 2.254 6
2 Acidification Pond 48 x 24 x 4.5 3.534 10
3 Primary An Aerobic Pond 114 x 65 x 6 28.330 79
4 Secondary An Aerobic pond 80 x 40 x 6.25 14.174 40
5 Facultatif Pond 100 x 40 x 4 10.771 30
6 Algae Pond I 82 x 40 x 3.75 7.456 21
7 Algae Pond II 80 x 40 x 3.75 7.456 21
  Jumlah   73.975 207

Dosin_4

Pabrik Kompos

Pabrik Kompos  PTPN-IV (Persero) Unit Dolok Sinumbah memanfaatkan limbah buangan PKS tandan kosong dan limbah cair kelapa sawit (LCKS) yang diproses dengan teknologi pengomposan menjadi produk pupuk kompos yang dapat digunakan kembali ke kebun. Pabrik kompos Dolok Sinumbah berkapasitas 6,6 ton cacahan/jam dibangun pada tahun 2004 dan mulai beroperasi pada bulan Maret 2005. Pabrik Kompos  yang dilokalisir seluas 7.8 Ha ini diproses melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:

Tandan Kosong yang dihasilkan sebagai limbah padat dari pabrik melalui scrafer diangkut ke pabrik kompos dan lansung dicacah dengan menggunakan mesin pencacah (Hammer Mill) dan hasil cacahan diangkut keareal penumpukan cacahan dengan menggunakan Damp truck. Cacahan ditumpuk sehingga membentuk tumpukan yang memanjang yang disebut “Windrow“ atau composting pile (CP).

Dosin5Dengan memanfaatkan limbah cair PKS (LCKS) dari kolam primary anaerobic (umur cairan 95 hari), windrow disiram dengan cairan limbah setiap 3 hari selama 7 minggu. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan pompa dan selang melalui instalasi penyiraman. Setiap windrow yang selesai disiram dengan cairan limbah, harus dilakukan kegiatan pembalikan dengan menggunakan mesin pembalik yang disebut “ Plowmax “ dan setiap selesai pembalikan selalu diiringi dengan penutupan windrow dengan terpal (Fibretex Cover) dengan ukuran 5 x 50 meter. Setelah 7 minggu masa penyiraman dilakukan masa pengeringan selama 3 minggu terakhir, dalam masa pengeringan windrow tetap dilakukan pembalikan dengan mesin Plowmax setiap 3 hari dan ditutup kembali dengan Fibretex Cover.Dosin_6

 

Plowmax : Membalik Cacahan Kompos

Setelah 10 minggu yaitu 7 minggu pertama masa penyiraman dan 3 minggu terakhir masa pengeringan, windrow kompos telah matang dan menghasilkan pupuk kompos yang siap diaplikasikan ke kebun. Untuk mendukung kegiatan Pabrik Kompos ini, tenaga kerja yang ditempatkan sebanyak 17 orang karyawan pelaksana dan 4 diantaranya telah pernah mengikuti pelatihan di Negara Malaysia.

Dalam kunjungan Tim AMDAL Kabupaten Simalungun ke lokasi Pabrik, melihat bahwa bau pupuk kompos ini hampir tidak ada, sehingga disimpulkan bahwa keberadaan Pabrik Kompos Unit Dolok Sinumbah ini tidak mencemari lingkungan  sekitarnya.

Profil JembatanDosin_7

Dosin_8 Dosin_9

 

Jembatan Sei Bah Bolon Unit Usaha Dolok Sinumbah dibangun pada tahun 1926 oleh pemerintah Belanda dengan ukuran 33,50 x 4,50 meter dengan menggunakan kontruksi besi pondasi beton dimana lantainya terbuat dari kayu papan dengan kapasitas 40 ton. Pada tanggal 29 Desember 2001 terjadi bencana alam banjir dimana tanah sebelah utara jembatan mengalami erosi yang mengakibatkan jembatan tidak dapat dilalui sehingga unit Usaha Dolok Sinumbah dalam pengangkutan produksi mengambil jalan alternative melalui Unit Usaha Bah Jambi. Pada tahun 2002 setelah mengalami bencana alam banjir, Jembatan Sei Bah Bolon dibangun baru sepanjang 36,35 x 4,5 meter dengan kontruksi besi beton dengan lantai kayu papan yang disambungkan ke bangunan jembatan yang lama. Saat ini mengingat memperoleh bahan baku kayu yang sangat sulit dan mutu bahan yang tidak standart maka Unit Usaha Dolok Sinumbah mengusulkan biaya investasi untuk merenovasi kembali jembatan Sei Bah Bolon tersebut kepada Direksi dengan memakai kontruksi beton bertulang dengan ukuran 70 x 4,90 meter dengan kapasitas 50 ton, dimana pelaksanaan pekerjaan tersebut dilaksanakan olah Pabrik Mesin Tenera (PMT) Unit Dolok Ilir. Atas Persetujuan Direksi maka pelaksanaan pembangunan renovasi jembatan Sei Bah Bolon tersebut dimulai pada tanggal 21 Pebruari s/d 02 April 2008 dan pelaksanaan peresmian pemakaian jembatan tersebut dilaksanakan pada hari kamis tanggal 03 April 2008 yang  diresmikan oleh Direktur Utama PT.Perkebunan Nusantara-IV Bapak H.Dahlan Harahap.