MARIHAT

Picture1SEJARAH DAN LETAK GEOGRAFI

A. Berdirinya Kebun Marihat

I.  Pada masa penjajahan,  Kebun Marihat dikelola (dikuasai) oleh bangsa asing yaitu bangsa   Jerman,Jepang dan Belanda yang luas tanaman ± 1.681 Ha dengan budidaya tanaman Kopi,Karet dan Kelapa Sawit.

II. Sejak tahun 1950 Kebun Marihat diambil alih bangsa Belanda dengan luas areal  ± 4.053 Ha.dengan budidaya Kelapa Sawit dan Karet.

III. Pada tahun 1963 atas keputusan Pemerintah, Kebun Marihat dibagi dua sesuai dengan jenis tanaman yaitu :

PPN Aneka Tanaman IV dengan areal seluas 4.053 Ha membudidayakan tanaman Kelapa Sawit dan Coklat.

PPN Karet IV dengan luas areal 600 Ha membudidayakan tanaman Karet. Sesuai dengan peraturan pemerintah No. XIV tahun 1968, PPN Aneka Tanaman IV dan PPN Karet IV disatukan menjadi PNP VII.

Pada tahun 1972 Kebun Marihat disatukan dengan Kebun Bah Jambi dengan perkembangan yang dicapai PNP VII.

Atas keputusan Direksi terhitung 01 Januari 1981 Kebun Marihat dipisahkan dengan Kebun Bah Jambi dengan luas areal 6.100 Ha.

Sesuai  keputusan Pemerintah sejak tanggal 14 Januari 1985 PNP VII diganti menjadi PT. Perkebunan  VII (Persero) dan Marihat menjadi PT. Perkebunan VII (Persero) Kebun Marihat.

Pada tanggal 11 Maret 1996 PT. Perkebunan VII (Persero) diganti dengan PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) dan Marihat menjadi PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Usaha Marihat.

Dengan luas areal konsesi  4.413,66 Ha. sesuai dengan sertifikat HGU No.12/HGU/BPN/2006.

Picture2

B. Sejarah Tanaman

Sebelum tahun 1950 budidaya tanaman di Perkebunan Marihat adalah Karet, Kopi dan Kelapa Sawit dengan luas areal 1.681 Ha.

Tahun 1950 sampai dengan tahun 1960, budidaya tanaman adalah Kelapa Sawit dan Karet, dengan areal 4.053 Ha dan khusus PPN Karet VIII dengan luas areal 600 Ha.

 

C.  Letak Geografis Unit Usaha Marihat

Jarak Unit Usaha Marihat ke Kota Medan ± 137 KM dengan ketinggian  400 M diatas permukaan laut dengan beriklim sejuk dan nyaman. Jenis tanah  yang dijumpai di Unit Usaha Marihat umumnya adalah Typic Dystrudept (Podsolik Coklat Kekuningan).

Secara administratif Kebun Marihat terletak di Kabupaten Simalungun yang berdampingan dengan Kotamadya Pematang Siantar meliputi 4 (empat) Kecamatan yaitu : Kecamatan Siantar, Kecamatan Tanah Jawa, Kecamatan Jorlang Hataran dan Dolok Panribuan.

Berada  di 17 (tujuh belas) Desa/kelurahan, yaitu Desa : Desa Marihat Baris, Desa Silampuyang , Desa Pematang Silampuyang Desa Silau Malaha, Desa Silau Manik, Desa Parbalogan, Desa Gorat, Desa Ujung Bondar, Desa Marubun Jaya, Desa Pardamean Asih, Desa Bah Sampuran, Kelurahan BP. Nauli, Mekar Nauli, Pematang Marihat, Simarimbun,Dolok Marlawan, Pantoan Maju.

Pengamanan Produksi dan Asset Unit Usaha Marihat :

1. Adanya anggota TNI dan Polri, ditempatkan di tiap-tiap afdeling

dan Emplasmen.

2. Menjalin hubungan dengan Muspida setempat (Camat, Kepala Desa   dan tokoh masyarakat) di sekitar Unit Usaha Marihat.

 

Kepedulian terhadap lingkungan

Dalam rangka menjalin hubungan yang baik antara perusahaan dan masyarakat sekitar Unit Usaha Marihat memberikan bantuan :

a. Bantuan sarana alat-alat Olah Raga

b. Bantuan/sumbangan untuk Rumah Ibadah

c. Bantuan untuk Beasiswa dari tingkat SD, SMP dan SLTA (bukan        anak karyawan).

Adanya bantuan CD dan CSR dari Kantor Pusat untuk lenning Parit

dari Bangunan Sosial lainnya yang telah diserakan/diberikan   tahun 2010 dan 2011 adalah bantuan :

 

1. Bantuan dana untuk pembangunan Gereja GKPI resort Siantar    wilayah Simalungun di Nagori Marihat Baris Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun sebesar Rp 10.000.000,-.

2. Bantuan dana pembangunan lenning Parit 500 M di Nagori Ujung Bondar Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun dengan bantuan sebesar Rp 58.924.000,-

3.  Bantuan dana pembangunan Parit pasang di Huta I dan II Nagori Silau Malaha sepanjang 300 M sebesar Rp 52.668.000,-.

4. Bantuan dana untuk pembangunan renovasi Mesjid Al-Iklas Hataran Jawa Nagori Marubun Jaya Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun sebesar Rp 17.500.000,-.

5. Bantuan dana untuk pembangunan Gereja HKBP resort Pardomuan Nauli Nagori Marihat Baris Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun sebesar Rp 20.000.000,-.

6. Bantuan pembangunan pembuatan Lenning Parit di Huta II Andarasi Nagori Parbalogan Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun sepanjang 1.000 M dengan biaya Rp 205.000.000,-.

7.  Bantuan  program pengerasan  jalan sepanjang 1.100 M dan lebar 3 M di Huta Saut Pardamean (Pondok VII) Nagori Marubun Jaya Kecamatan Tanah Jawa  Kab. Simalungun dengan biaya Rp 145.596.400,-

8. Bantuan pembangunan dan pengerasan jalan (underslaag) sepanjang 240 M, tembok penahan jalan sepanjang 250 M dan parit berpasangan  sepanjang 150 di Huta Nagori Perdamean Asih Kec. Tanah Jawa Kab. Simalungun dengan biaya  Rp 159.438.500

9.  Bantuan pembangunan kantor Pangulu Nagori Silampuyang Kecamatan Siantar Kab. Simalungun sebesar Rp. 35.000.000,-

10.  Bantuan Program Bina Kemitraan atas penyaluran Dana dengan Masyarakat sekitar, agar lebih terjalinnya hubungan baik dan efektif serta sebagai pencitraan antara perusahaan dengan masayarakat ; bantuan dana tersebut disalurkan sebesar             Rp. 120.000.000,- kepada 6 (enam) orang warga/masyarakat sekitar Unit Usaha Marihat dan telah mendapat pelatihan di LPP Medan.

11.  Program Bina Lingkungan diserahkan pada tanggal 06 Desember 2012 kepada ;

Nagori Parbalogan Keamatan Tanah jawa Kabupaten  Simalungun untuk Bantuan  Dana Rehabilitasi Masjid An-Nur Huta Andarasi sebesar Rp. 18.075.000,-

Nagori Ujung Bondar Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun untuk Bantuan Dana Pembangunan  Kamar Mandi Gereja HKBP Pardomuan Nauli sebesar Rp. 13.885.000,-

Nagori Silampuyang Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun untuk Bantuan Dana Pembangunan Tembok Penahan Air Minum (Bak Air Minum) sebesar Rp. 24.385.000,-

Pembangunan Linning sepanjang 150 mtr dan 1 (satu) buah Box Calver di Dusun  Karang Keri Desa Silampuyang sebesar         Rp. 86.580.800,-