SOSA DAN PKS SOSA

kebun sosaSekilas pandang kebun sosa

I.                  PENDAHULUAN

PTP. Nusantara IV (Persero) sebagai salah satu  BUMN yang bergerak dibidang Agrobisnis, mengemban tugas Tri Dharma  Perkebunan dengan Visi membangun PTPN-IV (Persero) menjadi Agribisnis Perkebunan yang tangguh dan Misi menjalankan usaha agar bisnis Perkebunan guna meningkatkan daya saing produk secara terus menerus menghasilkan laba berkesinambungan dengan mengelola usaha secara profesional serta memberikan perhatian dan peran kepada masyarakat lingkungan.

PTP. Nusantara IV (Persero) Medan sebagai pelopor utama pembukaan areal kelapa sawit di Kecamatan Sosa yang tadinya merupakan Padang Ilalang dan Hutan yang tidak produktif dengan keberadaan PTPN-IV di Kecamatan Sosa areal berubah menjadi tanaman Kelapa Sawit yang terdiri dari tanaman Kebun Inti dan Plasma.

Sasaran utama adalah untuk meningkatkan taraf hidup para petani tradisional melalui Pola PIR (Perkebunan Inti Rakyat) yang berkaitan dengan program Pemerintah melalui Departemen transmigrasi.

Dengan keberadaan PTP. Nusantara-IV di Kecamatan Hutaraja tinggi secara tidak langsung masyarakat Sosa yang tadinya belum mengetahui tata cara bercocok tanam dan kegunaan Kelapa Sawit, saat ini masyarakat Sosa yang bukan petani PIR Trans sudah menanam lahannya dengan tanaman kelapa sawit, bahkan tanaman semula karet telah di konversi dengan tanaman kelapa sawit.

Dengan dibukanya proyek ini membuat Pihak Perusahaan Swasta besar maupun perorangan berlomba membuka areal tanaman kelapa sawit di Kecamatan Hutaraja Tinggi dan Kecamatan Sosa.

Kebun Sosa kondisinya sangatlah kondusif walaupun harus ada pengawalan Brimob khususnya untuk Afdeling I, II dan III, karena diklaim oleh masyarakat 17 Desa.

Aktifitas kerja Karyawan baik panen maupun pemeliharaan khususnya di Afdeling I, II dan III tidak berjalan (Standpass) akibat tuntutan pembangunan plasma 2 dari masyarakat 17 Desa tersebut.

Dari tuntutan mereka telah dibayarkan dana Konvensasi Permanen  sebanyak ± Rp.15.000.000.000.-(lima belas milyar) telah dibayarkan di Sentral Kantor Kebun Sosa tanggal  30 Juni s/d 07 Juli 2011 dan dilanjutkan tanggal 26 Agustus s/d 27 Agustus 2011 masing-masing Masyarakat menerima sebesar Rp.4.475000/KK.

Beberapa desa, dari masyarakat 17 Desa antara lain Desa Ampolu, Desa Siginduang dan Desa Mananti (3 desa ) tidak mau menerima dana konvensasi permanen tersebut, dengan beberapa alasan dan melanjutkan aksi penyetopan kegiatan di afdeling I, II dan III (Stanpass).

Untuk mengatasi masalah tersebut, kebun sosa mencoba mencari solusi dengan mengadakan pendekatan –pendekatan terhadap beberapa tokoh-tokoh masyarakat , Alhamdulillah tanggal 17 Oktober 2011 di afdeling III telah dapat dilaksanakan kegiatan kerja seperti biasa.

Untuk afdeling I dan II kebun sosa masih terus berusaha dengan mencari solusi-solusi, agar kegiatan kerja dapat dilaksanakan seperti yang telah berjalan di afdeling III.

Untuk masalah mondang plus tuntutan pembangunan plasma oleh masyarakat hutaraja lamo sebanyak 500 KK (1.000 Ha) 500 Ha untuk Hutaraja Lamo dan 500 Ha untuk Mondang yang mana telah terjadi kekurangan lahan sebanyak 350 Ha, yang seharusnya ± 1000 Ha.

Masyarakat Hutaraja Lamo menuntut agar lahan yang telah dibangun sebanyak 650 Ha, 500 Ha dibagikan kepada masyarakat Hutaraja Lamo, tetapi sebagai penyedia lahan desa Mondang keberatan dan tidak mau menerima usul/tuntutan dari masyarakat Hutaraja Lamo tersebut.

Pihak perusahaan khususnya Kebun Sosa telah berusaha mencari solusi-solusi agar dapat menyelesaikan masalah Mondang Plus tersebut dengan mengadakan pendekatan-pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat dari desa Hutaraja Lamo maupun Desa Mondang.

II.         SEJARAH SINGKAT KEBUN SOSA

Wilayah Padang Bolak/Padang Lawas yang didalamnya termasuk Barumun Sosa mempunyai Iklim kering, selama ratusan tahun digarap oleh penduduk dengan sistem ladang berpindah, disamping itu merupakan penggembalaan ternak secara tradisional, hal tersebut menyebabkan ekosistem tidak dapat dipertahankan mengakibatkan kelestarian Sumber Daya Alam semakin merosot sehingga wilayah Padang Bolak/ Padang Lawas berubah menjadi Savana. Keadaan tersebut membuat lokasi Padang Bolak terpilih sebagai objek Pembangunan Kebun Inti dan Plasma.

PIR Trans Sosa berlokasi di Kecamatan Hutaraja Tinggi Kabupaten Padang Lawas, Propinsi Sumatera Utara. Jarak dari Kantor Direksi Medan ± 625 KM, dari Kota Kabupaten Sibuhuan ± 35 Km dan dari kota Kecamatan Panyabungan ± 15 Km.

Adapun dasar pembangunan Kebun Inti dan Plasma :

  1. Surat PNP VII (saat ini PTPN-IV) kepada Gubernur KDH Tingkat I       Propinsi Sumatera Utara No. 07.07/X/280/1983 tanggal  31 Kamiaro 1983

2.         Surat  Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi Tanaman Keras No. 44/Menmud/UPPTK/V/1983, tanggal 21 Mei 1983

  1. Tindak lanjut dari Surat Menteri Muda Urusan peningkatan Produksi tanaman keras tersebut, PNP VII (saat ini PTPN-IV) melalui surat-surat No.07.07/X/280/1983 tanggal 29 Agustus 1983 dengan perincian sebagai berikut :
  2. Untuk Kebun Inti         seluas  24.000 Ha
  3. Untuk Kebun Plasma  seluas 24.000 Ha

 

Pemerintah Daerah Tingkat II Tapanuli Selatan melalui Surat No. 133338/22/1983, tanggal 04 Oktober 1983 telah menyetujui permohonan Pembangunan Kebun Inti dan Plasma seluas  48.000 Ha di Kecamatan Sosa Kabupaten Tapanuli Selatan.

III.        DASAR  PEROLEHAN TANAH MENJADI HGU.

  1. Berdasarkan Surat Badan Inventarisasi dan Tata Guna Hutan Departemen kehutanan RI No. 782/VII/4/1986 tanggal 31 Desember 1986 (lampiran-V) kepada PTP VII telah diberikan persetujuan prinsip pelepasan kawasan hutan untuk areal PIR Akselerasi PTP VII di Kecamatan Sosa Kabupaten Tapanuli Selatan seluas 19.625 Ha.
  2. Hasil survey Micro Departemen  Kehutanan hasil pengukuran Tata Batas seluas 16.230,50 Ha. Memutuskan melepaskan kawasan Hutan-hutan di kelompok Hutan Sosa, sungai Sutam seluas 16.230,50 Ha di Kecamatan Sosa  Kabupaten Tapanuli Selatan untuk PIR Transmigrasi.

 IV.           LETAK GEOGRAPHIS

 

  1. Batas-batas

Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Barumun Tengah

Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Dalu-Dalu Riau

Sebelah Selatan berbatasan dengan Pasir Pangaraian- Riau

Sebelah Barat berbatasan dengan  Kecamatan Batang Lubuk Sutam

b.         Thopographi rata dan bergelombang dengan vegetasi semak belukar dan Ilalang.

c.         Ketinggian diatas permukaan laut Sosa-I = 150 Meter dpl, Sosa-II = 161 Meter dpl.

V.         KONSESI

Unit Kebun Sosa salah satu unit strategis bisnis dari PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) dibangun pada awal  tahun 1985. Terdiri dari 9 (sembilan) Afdeling dengan luas konsesi 7.205.90 Ha berdasarkan  SK HGU Menteri Negara Agraria / Kepala badan Pertahanan Nasional nomor : 46/HGU/BPN/99 tanggal 11 Mei 1999. Dengan peta situasi No. 202/1987 (2.186.70 Ha) yakni Sosa I Afdelin I,II, dan III dan peta situasi N0. 203/19 (5.119.20 Ha) yakni Sosa II Afdelin IV, V, VI, VII, VIII, IX).

Iktisar Tanaman PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Kebun Sosa dengan pengelolaan konsesi 7.305,90 Ha teridiri dari :

–    Tahun   Tanam 1985

=

5,352   Ha

–    Tahun Tanam 1986

=

857   Ha

–    Tahun   Tanam 1994

=

317   Ha

–    Tahun Tanam 1995

=

206   Ha

–    Tahun   Tanam 1996

=

134   Ha

–    Tahun Tanam 1997

=

8   Ha

–    Tahun Tanam 1998

=

40   Ha

Jumlah

=

6,914   Ha

Lain-lain

=

391,90   Ha

Jumlah Konsesi

=

7.305,90   Ha

       

 

Disamping pengelolaan perkebunan inti PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Kebun Sosa juga mengembangkan perkebunan Pola PIR TRASN, sebagai mana Instruksi Menteri Pertanian RI tanggal  4 Mei 1994 dengan Surat Nomor KB.510/180/MENPAN/92 untuk pencadangan pertama seluas 5000 Ha di Sosa Sumatera Utara dan telah direalisasikan dengan pengembangan PLASMA masing-masing :

Plasma Mondang =

100 KK

=

200        Ha
Plasma Unit IA     =

250 KK

=

500        Ha
Plasma Unit IB     =

250 KK

=

500        Ha
Plasma Unit IIA    =

250 KK

=

478,44   Ha
Plasma Unit IIB    =

250 KK

=

478,44   Ha
Plasma Unit IIIA   =

250 KK

=

478,44   Ha
Plasma Unit IIIB   =

250 KK

=

478,44   Ha
Plasma Unit  IV    =

300 KK

=

600        Ha
Plasma Unit  V     =

350 KK

=

700        Ha
Plasma Unit  VI    =

250 KK

=

500        Ha
Jumlah                 =

2.500 KK

=

4.913,76 Ha

 VI.                       TENAGA KERJA

Saat ini Unit Kebun Sosa didukung Sumber Daya Manusia sebanyak 1064 orang (per Juni 2013) terdiri dari  :

  1. Karyawan Pimpinan                         =       17 orang
  2. Karyawan Pelaksana                        =   1038 orang
  3. Tenaga Honor                                   =       9   orang

Karyawan Pimpinan Unit Kebun Sosa terdiri dari :

  • Manajer Unit                          : Ir. Nasrul
  • Kadistan Ry A                        : Ir. Nusyirwan
  • Kadistan Ry B                        : Sukardi
  • Kadis Tata Usaha                 : Darmanto
  • Asisten SDM & Umum          : Suhendro Gunawan,SH
  • Asisten Tehnik Umum          : Erwin Syahbuddin
  • Asisten Afdeling I                  : Fithryan Dwi Susetyo,SP
  • Asisten Afdeling II                 : Fithriyan Dwi Sisetyo,SP
  • Asisten Afdeling III                : Abdul Halim Daulay,SP
  • Asisten Afdeling IV                : Mhd.Reza Haris Siregar,SP
  • Asisten Afdeling V                 : Umarsyah Parlindungan Nasution
  • Asisten Afdeling VI                : Zulkifli,SE
  • Asisten Afdeling VII               : M.Irpan,SP
  • Asisten Afdeling VIII              : Mugiyanto,SP
  • Asisten Afdeling IX                : Novan L.Damanik
  • Asisten Hama Penyakit        : Hamdansyah Rambe,SP
  • PAPAM                                   : Kpt.Inf. Madhia Hartono
  • Dokter Puskesbun                : Dr. Fiky Sutana Ginting

Pelanggan utama produk PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Kebun Sosa adalah  Unit PKS Sosa PT Perkebunan Nusantara IV (Persero).